SAPIKIA
Masuk
Program Percepatan Penurunan Stunting · Kota Payakumbuh

Kolaborasi Lintas Profesi, Atasi Stunting Bersama

6 peran, satu sistem kolaborasi

SAPIKIA menyatukan Perawat, Bidan, Dokter, Ahli Gizi, Sanitarian, dan Kepala Puskesmas dalam satu alur kerja — dari deteksi kasus sampai tuntas ditangani bersama, tanpa data hilang atau tanya ulang antar-profesi.

Ilustrasi bidanIlustrasi dokterIlustrasi balita
Dirancang bersama nakes PuskesmasBerdasarkan temuan FGD Puskesmas Padang Kerambil (Fase 1, 2026)
Rekam Interprofesional · Contoh Tampilan

Profil Kasus

Prioritas Tinggi

An. Kirana

18 bulan

Posyandu · Kelurahan Payolansek, Payakumbuh

TB: 76.2 cmBB: 9.1 kgPendek (Z-score -2.3)
Tim Aktif · 6 Peran
Perawat
Bidan
Dokter
Ahli Gizi
Sanitarian
Kepala Puskesmas
Catatan Kolaborasi
Bidan Ratna10:15

“Kunjungan rumah selesai, hasil ukur sudah masuk ke riwayat kasus.”

dr. Andra11:02

“Hasil skrining positif — sudah otomatis dirujuk ke Ahli Gizi.”

Riwayat tersimpan otomatisRencana Intervensi
Status KasusDalam Diskusi Tim

6 Profesi

Kolaborasi Terintegrasi

8 Langkah

Alur Kerja Terstruktur

1 Sistem

Satu Riwayat Kasus Bersama

Tanpa Data Ganda

Fokus Penanganan, Bukan Input Ulang

Kolaborasi di Lapangan

Dari Kunjungan Rumah Sampai Meja Diskusi Tim Puskesmas

Penanganan balita berisiko stunting tidak bisa diselesaikan satu nakes saja. SAPIKIA menjembatani hasil kunjungan rumah langsung ke tim dokter dan ahli gizi untuk konfirmasi dan rencana intervensi bersama.

Data Langsung Tersimpan: hasil ukur tinggi & berat badan langsung masuk ke riwayat kasus, tanpa entri ulang kertas.

Diskusi Kasus Terbuka: tiap profesi bisa menambahkan catatan & rencana tindakan di forum yang sama, terlacak siapa mengerjakan apa.

Ilustrasi kunjungan rumah pengukuran balita
Langkah 1–2: Deteksi & Screening

Kunjungan Rumah & Pengukuran

Perawat/Bidan mencatat hasil ukur balita langsung dari lapangan.

Ilustrasi diskusi tim kasus puskesmas
Langkah 4: Diskusi Kasus Tim

Audit & Rencana Intervensi Bersama

Dokter, Ahli Gizi, dan Sanitarian menyepakati rencana tindakan lewat forum diskusi.

Tantangan Layanan Primer

Kenapa Penanganan Stunting Sering Terlambat?

Penyebab balita gagal tumbuh bersifat multidimensi. Sayangnya, temuan FGD menunjukkan sistem kerja lama memisahkan nakes ke dalam sekat masing-masing.

Informasi Tersebar & Terpecah

Data hasil kunjungan rumah, screening klinis, dan rujukan sering dicatat terpisah oleh masing-masing profesi — tidak ada satu riwayat kasus yang menyatu untuk melihat balita secara utuh.

Fragmentasi data antar-profesi

Kolaborasi Belum Satu Alur

Koordinasi antar-nakes masih bergantung komunikasi personal. Dokter tidak selalu tahu terkait status tahapan, apakah rujukan ke Ahli Gizi sudah ditindaklanjuti atau belum.

Keterlambatan koordinasi lintas profesi

Belum Ada Kebiasaan Kolaborasi Terstruktur

Sebagian nakes belum pernah dilatih Interprofessional Collaboration (IPC) — diskusi kasus lintas profesi belum jadi kebiasaan baku sehari-hari.

Sebagian nakes belum dilatih IPC

Paradigma Pelayanan Terpadu

Transformasi Kolaborasi Interprofesional

Pergeseran dari pola kerja bersekat (silo) menuju satu alur asuhan balita terintegrasi dengan tanggung jawab bersama.

Sebelumnya: Pola Kerja Terpisah
1

Pencatatan Parsial Manual

Tiap profesi mencatat riwayat balita di tempat terpisah, tidak saling terhubung.

2

Rujukan Tak Terlacak

Kasus dirujuk tanpa kepastian apakah sudah ditindaklanjuti profesi tujuan.

3

Evaluasi Bersifat Sporadis

Kepala Puskesmas baru melihat rekap kasus secara berkala, bukan real-time.

Koordinasi lambat, sebagian kasus luput dari pantauan
Kini Bersama SAPIKIA
✓

Satu Riwayat Kasus Terpadu

Screening klinis, referral, grafik tumbuh kembang WHO, dan diskusi tim — semua dalam satu kasus.

✓

Checklist Tugas Lintas Profesi

Rencana intervensi bisa ditugaskan ke anggota tim tertentu, dan terlacak statusnya.

✓

Dashboard Real-Time untuk Pimpinan

Kepala Puskesmas memantau kasus aktif, referral, dan sebaran kasus per wilayah kapan pun.

Deteksi lebih cepat, tindakan lebih terkoordinasi

Fondasi Sistem

Tiga Pilar SAPIKIA

Dirancang mengikuti temuan FGD Puskesmas Padang Kerambil dan prinsip kolaborasi interprofesional (IPC) untuk penanganan stunting.

1. Kolaboratif

Tiap nakes punya ruang kerja spesifik namun saling terhubung — Dokter menetapkan diagnosis, Perawat/Bidan mendampingi keluarga, Ahli Gizi mengatur asupan, Sanitarian menangani faktor lingkungan.

Tanggung jawab klinis bersama →

2. Terstruktur

Setiap kasus melalui 8 langkah kerja baku: dari deteksi dini, screening, referral otomatis, diskusi tim, sampai berbagi praktik baik antar-Puskesmas.

Alur kerja standar →

3. Berkelanjutan

Tumbuh kembang balita dipantau dari waktu ke waktu lewat grafik TB/U berbasis standar WHO, bukan cuma satu kali kunjungan — tim bisa melihat progres kapan pun diperlukan.

Pemantauan tumbuh kembang berkelanjutan →

Kenapa Ini Penting

Stunting Masih Jadi Masalah Nyata — Termasuk di Payakumbuh

Stunting bukan cuma soal tinggi badan — dampaknya ke perkembangan otak dan produktivitas anak berlangsung seumur hidup, dan jauh lebih sulit dipulihkan kalau penanganannya terlambat. Angka berikut menunjukkan skala masalahnya, secara nasional maupun di Kota Payakumbuh sendiri.

Prevalensi Stunting Indonesia

22.0%

Data resmi terbaru · 2023

+0.4 poin dari 2022

30.0
26.6
24.4
21.6
22.0
20182019202120222023

Data survei periodik (bukan tahunan) — tahun berjalan belum tentu punya rilis resmi.

Sumber: World Bank Open Data
Kota Payakumbuh

20%

Capaian 2021 · baseline Renstra Dinkes

Target turun ke 12% pada 2026

Payakumbuh ditetapkan sebagai lokasi prioritas nasional penanganan stunting sejak 2022. Angka tahun-tahun setelah 2021 pada dokumen sumber adalah target kinerja, bukan hasil ukur — sehingga tidak ditampilkan sebagai tren tahunan.

Sumber: Renstra Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh 2023–2026

Alur End-to-End

Perjalanan satu kasus, lintas 6 peran

Dari balita terdeteksi berisiko sampai kasus ditutup — klik salah satu tahap di bawah, atau biarkan berjalan otomatis.

Deteksi Kasus Baru

Screening Klinis

Referral Otomatis

Diskusi Tim & Rencana Intervensi

Pemantauan Tumbuh Kembang

Kasus Selesai & Terpantau

Tahap 1 dari 6Menunggu Screening

Deteksi Kasus Baru

Perawat atau Bidan mendaftarkan balita terindikasi risiko stunting langsung dari kunjungan rumah atau posyandu.

Perawat
Bidan

Rincian Fitur

8 langkah di balik alur di atas

Langkah 1

Deteksi Kasus Baru

Perawat/Bidan mendaftarkan balita terindikasi risiko stunting langsung dari kunjungan rumah atau posyandu.

Perawat & Bidan

Langkah 2

Profil Kasus & Screening

Dokter mengisi skrining terpadu (tes mantoux, HB, LILA ibu, infeksi berulang, dll) tanpa perlu tanya ulang riwayat.

Dokter

Langkah 3

Referral Otomatis Lintas Profesi

Hasil skrining positif otomatis memicu rujukan ke Ahli Gizi atau RS — tidak perlu koordinasi manual.

Sistem SAPIKIA

Langkah 4

Forum Diskusi & Rencana Intervensi

Diskusi lintas profesi (briefing → pelaksanaan → debriefing) plus checklist rencana tindakan yang bisa ditugaskan ke anggota tim.

Seluruh Tim Terpadu

Langkah 5

Grafik Tumbuh Kembang (WHO)

Pantau tren tinggi/berat badan dibandingkan standar WHO Child Growth Standards, lengkap klasifikasi status gizi otomatis.

Perawat, Bidan, Dokter, Ahli Gizi

Langkah 6

Modul Microlearning IPC

Materi belajar singkat + kuis seputar kolaborasi interprofesional, lengkap dengan sertifikat internal.

Seluruh Nakes

Langkah 7

Jadwal & Dashboard Monitoring

Jadwal koordinasi tim bulanan, plus dashboard kasus aktif, referral, tren, dan sebaran kasus per wilayah.

Kepala Puskesmas

Langkah 8

Berbagi Praktik Baik

Knowledge sharing antar-Puskesmas untuk kasus serupa, supaya solusi yang terbukti efektif tidak berhenti di satu tempat.

Antar-Puskesmas

Kolaborasi Tim Interprofesional

Setiap Peran Punya Arti, Semua Bekerja Harmoni

Keberhasilan penanganan balita berisiko stunting tercipta karena pembagian tanggung jawab yang jelas dan terpadu antar-profesi.

Ilustrasi kolaborasi tim kesehatan Puskesmas

Dokter

Diagnosis & Screening Klinis

Mengisi skrining klinis terpadu (tes mantoux, HB, infeksi berulang, riwayat BBLR) dan menetapkan kesimpulan hasil screening yang memicu referral otomatis ke Ahli Gizi atau RS.

Bidan

Pendampingan & Kunjungan Rumah

Melakukan kunjungan rumah balita, mencatat hasil pengukuran tumbuh kembang, dan berkoordinasi jadwal pemeriksaan lanjutan bersama tim.

Ahli Gizi

Intervensi & Konseling Gizi

Menerima referral otomatis untuk kasus screening positif, merumuskan rencana intervensi gizi lewat forum diskusi tim, dan menandai checklist tindakan yang sudah dikerjakan.

Perawat

Deteksi Dini Lapangan

Mendaftarkan kasus baru langsung dari kunjungan rumah atau posyandu, serta mencatat pengukuran tinggi & berat badan ke grafik tumbuh kembang.

Sanitarian

Faktor Lingkungan & Sanitasi

Dilibatkan dalam forum diskusi tim untuk kasus yang butuh evaluasi faktor lingkungan, menyumbang perspektif sanitasi dalam rencana intervensi bersama.

Kepala Puskesmas

Monitoring & Pengambilan Keputusan

Memantau seluruh kasus aktif, referral, dan sebaran kasus per wilayah lewat Dashboard Monitoring, serta mengekspor rekap laporan kapan pun diperlukan.

Semangat SAPIKIA

“Ketika data dan keputusan bergerak bersama lintas profesi, tidak ada balita yang luput dari pantauan.”
Ilustrasi diskusi kasus tim
Koordinasi Mingguan

Audit Kasus Bersama

Tim lintas profesi mendiskusikan rencana tindakan untuk kasus yang butuh evaluasi bersama.

Ilustrasi kunjungan rumah
Pelayanan Jemput Bola

Kunjungan Rumah Terintegrasi

Bidan mencatat hasil pengukuran balita langsung di rumah keluarga.

Ilustrasi konseling gizi keluarga
Edukasi Keluarga

Konseling Gizi

Ahli Gizi mengedukasi keluarga balita soal pemilihan pangan lokal bergizi.

Tanya Jawab

Pertanyaan Seputar SAPIKIA

Hal-hal yang sering ditanyakan soal cara kerja dan batasan sistem ini.

SAPIKIA — Sistem Aksi Percepatan Intervensi Kolaboratif Interprofesi, Atasi Stunting. Dibangun untuk mengubah pola kerja terpisah (silo) antar-nakes di Puskesmas menjadi satu alur kerja lintas 6 profesi kesehatan primer, berdasarkan temuan FGD di Puskesmas Padang Kerambil.

Siap mulai berkolaborasi?

Masuk dengan akun peran Anda, atau hubungi Kepala Puskesmas untuk didaftarkan.

Masuk ke SAPIKIA